Mengirim emoji adalah hal yang Kagak Dapat dipisahkan dari keseharian Era now Buat sampaikan emosi secara Kagak langsung. Tetapi, siapa sangka kirim emoji jempol Dapat menyebabkan hal yang Kagak terduga, karena kami mendapati orang yang didenda Rp 900 Jutaan hanya karena masalah emoji.
Masalah Kirim Emoji Jempol, Kena Denda Rp 900 Juta!
Sebagaimana yang telah kami sampaikan sebelumnya di atas, emoji biasanya digunakan oleh generasi Era now Buat menyampaikan emosi secara Kagak langsung, atau Buat meramaikan percakapan di aplikasi perpesanan instan atau media sosial.
Tetapi, tampaknya hal tersebut Kagak berlaku bagi Chris Achter, seorang pemilik pertanian bernama Swift Current Saskatchewan yang baru-baru ini didenda Rp 900 Jutaan hanya karena masalah kirim emoji jempol, setidaknya berdasarkan yang kami lansir dari TheGuardian.
Rupanya, masalah ini dimulai pada foto kontrak pembelian rami pada tahun 2021 yang dikirimkan oleh South West Terminal pada perusahaan yang dimilikinya, yang sayangnya sang pembeli Kagak kunjung mendapatkan barang yang dipesannya.
Perusahaan South West Terminal menganggap emoji jempol menyiratkan Chris menerima persyaratan kontrak yang dikirimkan sebelumnya. Di sisi lain, Chris yang kirim emoji jempol menyatakan bahwa dirinya telah menerima kontrak, Tetapi Kagak mengarah ke persetujuan.
Masalah Emoji yang Tiba Dibawa ke Meja Hijau
Debat tak berujung yang diawali dari kirim emoji jempol ini juga Tiba dibawa ke meja hijau. Di mana pada Ketika sidang dilangsungkan, terdapat setidaknya 24 Misalnya emoji Buat pengujian lebih lanjut.
Sang hakim, T.J Keene memutuskan Apabila emoji jempol memang dapat diartikan sebagai persetujuan isi kontrak, dan menegaskan emoji juga dapat menjadi pengganti tanda tangan dari Chris, selaku pemilik pertanian Swift Current Saskatchewan, dan memutuskan Buat mengenakan denda kepada Chris Sekeliling Rp 900 Jutaan.
Waduh, Eksis-Eksis saja yah brott? Semoga dengan kejadian ini kita dapat lebih berhati-hati Ketika mengirimkan emoji demi keamanan Berbarengan.
Baca juga informasi menarik Jagat Game lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@Jagat Game.com